Nyak Sandang, Sosok di Balik Pesawat Pertama RI, Wafat di Usia 100 Tahun
Sorotmata – Aceh Jaya, Kabar duka datang dari Aceh Jaya. Nyak Sandang, tokoh nasional yang berjasa menyumbang biaya cikal bakal pembelian pesawat pertama Republik Indonesia, RI 001, meninggal dunia pada usia 100 tahun di Gampong Lhuet, Lamno, Selasa (7/4).
Sejak awal, Nyak Sandang dikenal sebagai sosok yang berdedikasi tinggi dan rendah hati. Selain itu, jasanya memberikan dampak besar bagi perkembangan industri penerbangan nasional pada masa awal kemerdekaan. Dengan kata lain, kontribusi beliau tidak hanya bersifat finansial, tetapi juga inspiratif bagi generasi penerus bangsa.
Anggota DPRK Aceh Jaya, M. Jamin, membenarkan kabar duka tersebut. Ia juga menambahkan, “Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Kami segenap anggota DPRK menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya Nyak Sandang, tokoh nasional dan penyumbang pesawat pertama RI. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah beliau dan memberikan ketabahan kepada keluarga yang ditinggalkan.”
Menurut M. Jamin, kepergian Nyak Sandang meninggalkan duka mendalam, khususnya bagi masyarakat Aceh dan bangsa Indonesia. Selain itu, beliau berharap semangat dan keteladanan Nyak Sandang menjadi inspirasi bagi semua pihak. “Semoga kita semua meneladani semangat beliau. Nyak Sandang berjasa melahirkan cikal bakal pesawat terbang pertama bagi bangsa Indonesia,” tambahnya.
Lebih jauh, sepanjang hidupnya, Nyak Sandang aktif berkontribusi untuk kemajuan bangsa, baik melalui perjuangan sosial maupun dukungan terhadap kemajuan teknologi penerbangan. Oleh karena itu, kepergiannya menjadi momen refleksi atas jasa besar yang telah ia tinggalkan.
Press release ini disampaikan sebagai bentuk penghormatan dan dokumentasi resmi atas kepergian sosok yang memberi kontribusi berharga bagi sejarah dan kemajuan Indonesia.








