Trump Umumkan Gencatan Senjata 10 Hari di Lebanon, Dimulai Tengah Malam Waktu Beirut

Smoke rises following Israeli bombardment in southern Lebanon as seen from northern occupied Palestine, Wednesday, April 15, 2026 (AP)

Sorotmata – Presiden AS Donald Trump mengumumkan dimulainya gencatan senjata selama 10 hari di Lebanon pada Kamis pukul 17.00 waktu Timur (00.00 waktu Beirut), setelah ia menggelar pembicaraan dengan pejabat Lebanon dan Israel.

Melalui unggahan di Truth Social, Trump menyebut dirinya telah berbicara langsung dengan Presiden Lebanon Joseph Aoun dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Ia menegaskan kedua pemimpin tersebut sepakat memulai gencatan senjata sementara.

“Saya baru saja melakukan percakapan yang sangat baik dengan Presiden yang sangat dihormati Joseph Aoun dari Lebanon, dan Perdana Menteri Bibi Netanyahu dari Israel. Kedua pemimpin ini sepakat untuk memulai gencatan senjata selama 10 hari pada pukul 17.00 EST,” tulis Trump.

Pengaruh Iran di Selat Hormuz Lebih Dominan

Sejumlah pihak menilai klaim Trump tentang keberhasilan mediasi AS menutupi peran besar Iran dalam mendorong gencatan senjata. Iran secara aktif menggunakan tekanan terhadap Selat Hormuz untuk memengaruhi arah kesepakatan.

Teheran secara langsung mengaitkan stabilitas kawasan dengan keamanan jalur tersebut. Iran bahkan menangguhkan dan mengancam lalu lintas maritim sebagai respons atas serangan Israel ke Lebanon, sambil menerapkan prinsip “gencatan senjata untuk semua atau tidak sama sekali.”

Para pejabat Iran juga menegaskan bahwa mereka menetapkan syarat gencatan senjata secara jelas, termasuk tuntutan terkait jaminan strategis dan status Hormuz. Mereka menolak segala bentuk deeskalasi tanpa syarat.

Iran turut memasukkan pengaturan hukum dan keamanan baru untuk Selat Hormuz dalam kerangka negosiasi. Sejumlah laporan Barat juga mengakui bahwa Iran menjadikan akses maritim sebagai alat tawar utama dalam mencapai kesepakatan yang lebih luas.

Secara keseluruhan, tekanan regional yang dibangun Iran mendorong percepatan gencatan senjata dan memaksa Washington menyesuaikan langkahnya, meski publik tetap melihatnya sebagai hasil diplomasi AS.

Trump Soroti Pertemuan Langka di Washington

Trump menyebut perwakilan Lebanon dan Israel telah bertemu di Washington untuk pertama kalinya dalam 34 tahun. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio turut hadir dalam pertemuan tersebut.

Ia juga memerintahkan Wakil Presiden JD Vance, Menteri Luar Negeri Rubio, serta Ketua Kepala Staf Gabungan Dan Razin Caine untuk mengoordinasikan langkah lanjutan demi mencapai perdamaian jangka panjang.

Pembicaraan Lebanon–Israel Dimulai

Delegasi Lebanon dan Israel memulai pembicaraan langsung di Washington pada Selasa malam di bawah mediasi AS, menandai kontak pertama dalam beberapa dekade.

Pemerintah Lebanon menegaskan bahwa mereka hanya membahas gencatan senjata dan akan menghentikan negosiasi jika Israel menolak mematuhinya. Sementara itu, Rubio menyebut pertemuan tersebut sebagai peluang bersejarah.

Di sisi lain, masyarakat Lebanon menggelar aksi protes di depan Gedung Grand Serail untuk menolak segala bentuk hubungan dengan Israel. Mereka menilai upaya diplomasi tersebut tidak sejalan dengan kondisi konflik yang masih berlangsung di wilayah mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *