Rupiah Kembali Melemah ke Rp17.613 per Dolar AS Pagi Ini, Bahkan Berpotensi Naik Lagi

Foto: Ilustrasi Dollar (Sorotmata/Salahuddin)

Sorotmata – Jakarta, Nilai tukar rupiah kembali tertekan pada perdagangan Jumat pagi (15/5/2026). Mata uang Garuda turun hingga menyentuh level Rp17.613 per dolar Amerika Serikat (AS).

Data pasar spot Bloomberg pada pukul 09.02 WIB menunjukkan rupiah melemah sekitar 0,48 persen dibanding penutupan sebelumnya di level Rp17.529 per dolar AS.

Pelemahan tersebut membuat rupiah mencatat level terendah baru dalam beberapa waktu terakhir. Penguatan indeks dolar AS ke posisi 99,07 dari sebelumnya 98,81 turut menekan pergerakan rupiah.

Mayoritas mata uang Asia juga ikut melemah terhadap dolar AS. Won Korea Selatan mencatat penurunan terdalam sebesar 0,50 persen. Rupiah menyusul dengan pelemahan 0,48 persen, sementara ringgit Malaysia turun 0,38 persen.

Analis menilai kombinasi faktor global dan domestik memicu tekanan terhadap rupiah. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah, kenaikan harga minyak dunia, serta arus keluar modal asing dari pasar keuangan Indonesia menjadi faktor utama pelemahan nilai tukar.

Situasi tersebut meningkatkan kekhawatiran pelaku pasar terhadap stabilitas ekonomi nasional. Tingginya kebutuhan impor dan tekanan inflasi domestik juga ikut membebani pergerakan rupiah.

Komentar (0)
Belum ada komentar.