MBG Jadi Penggerak Ekonomi Desa dan UMKM Lokal

Petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menunjukkan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada warga saat dipamerkan di Graha Wisata Niaga, Solo, Jawa Tengah, Minggu (10/5/2026). Sebanyak 24 SPPG di Kota Solo memamerkan beragam menu MBG dan membagikan 2.400 porsi menu MBG secara gratis untuk membangun kepercayaan publik terhadap pelaksanaan program MBG, sekaligus sosialisasi kepada masyarakat untuk lebih peduli terhadap pentingnya pemenuhan gizi seimbang. (ANTARA FOTO/Maulana Surya/kye)

Sorotmata – Nganjuk, Presiden menegaskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan menjadi salah satu penggerak utama ekonomi nasional, terutama di tingkat desa dan daerah.

Prabowo menyampaikan hal itu saat meresmikan operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih di Kabupaten , Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).

“MBG akan membangkitkan ekonomi kita,” kata Prabowo.

Menurut Prabowo, pemerintah daerah mulai merasakan dampak program tersebut, mulai dari kepala desa hingga bupati, terutama dalam menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.

Prabowo mengakui pelaksanaan Program MBG masih menghadapi berbagai tantangan. Meski begitu, pemerintah terus melakukan pembenahan agar program berjalan efektif dan tepat sasaran.

“Banyak tantangan dan masalah, tetapi harus kita hadapi,” ujarnya.

Prabowo menilai Program MBG memberi dampak langsung bagi masyarakat kecil, khususnya keluarga petani dan pelaku usaha desa.

Ia menjelaskan program tersebut mampu menciptakan perputaran uang besar di tingkat desa. Dengan asumsi 3.000 penerima manfaat di setiap desa dan anggaran Rp15 ribu per orang, perputaran uang diperkirakan mencapai Rp45 juta per hari.

“Dalam satu bulan bisa mencapai sekitar Rp900 juta dan dalam setahun lebih dari Rp10,8 miliar beredar di desa,” katanya.

Menurut Prabowo, perputaran ekonomi itu membuka peluang bagi petani, peternak, nelayan, hingga pelaku usaha kecil untuk menjual hasil produksinya langsung di lingkungan desa.

“Petani lele bisa menjual hasil panennya, peternak telur bisa memasok kebutuhan, pembuat tempe juga mendapat pasar,” ujarnya.

Prabowo juga menegaskan Program MBG mampu memangkas rantai distribusi dan biaya logistik karena desa dapat memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri tanpa bergantung pada pasokan luar daerah.

“Pasarnya ada di desa itu sendiri,” katanya.

Ia menilai perputaran dana ratusan triliun rupiah melalui Program MBG dan koperasi desa akan menciptakan efek berantai bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

Pemerintah berharap program tersebut tidak hanya meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis desa dan koperasi.

Komentar (0)
Belum ada komentar.