Ringgit Malaysia Jadi Mata Uang Terkuat Kedua di Asia Sepanjang 2026

Seorang karyawan di Kuala Lumpur memperlihatkan lembaran uang ringgit Malaysia di area perkantoran. Nilai tukar ringgit tercatat menjadi mata uang dengan kinerja terbaik kedua di Asia sepanjang 2026. Foto: Ilustrator

SorotmataKuala Lumpur, Ringgit Malaysia mencatat performa sebagai mata uang terbaik kedua di Asia sepanjang 2026, hanya berada di bawah yuan China. Mata uang itu terus menguat di tengah tekanan ekonomi global dan gejolak pasar keuangan regional.

Departemen Statistik Malaysia (DOSM) melaporkan total perdagangan Malaysia pada Maret 2026 mencapai RM273 miliar atau naik 9,3 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Nilai ekspor juga meningkat 8,3 persen hingga menyentuh RM148,8 miliar.

Pertumbuhan perdagangan dan ekspor menjaga kepercayaan pasar terhadap ringgit. Pergerakan ringgit juga terlihat lebih stabil dibanding sejumlah mata uang Asia lainnya yang masih tertekan akibat penguatan dolar Amerika Serikat.

Ekonom Bank Muamalat Malaysia, Mohd Afzanizam, mengatakan pertumbuhan ekonomi domestik menjadi penopang utama penguatan ringgit. Ia menyebut pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) Malaysia pada kuartal pertama 2026 berhasil menembus 5 persen.

“Pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat memberi dukungan terhadap sentimen pasar dan memperkuat posisi ringgit,” kata Afzanizam.

Peningkatan aktivitas ekspor ikut memperkuat kinerja mata uang Malaysia. Sektor manufaktur dan perdagangan komoditas terus mendorong pertumbuhan ekonomi negara tersebut sepanjang awal tahun.

Penguatan ringgit kini menarik perhatian di kawasan Asia Tenggara. Saat sejumlah mata uang regional bergerak fluktuatif karena kebijakan suku bunga global, ringgit justru menunjukkan tren penguatan yang konsisten.

Komentar (0)
Belum ada komentar.