Pemilihan Reje Serentak di Syiah Utama Tetap Berjalan Lancar Meski Jalan Putus Akibat Pergerakan Tanah
Sorotmata – Bener Meriah, Pelaksanaan Pemilihan Reje (Kepala Kampung) Serentak 2026 di Kabupaten Bener Meriah berlangsung aman dan tertib, termasuk di Kecamatan Syiah Utama yang menghadapi kendala akses akibat pergerakan tanah di ruas Jalan Samar Kilang.
Kerusakan jalan yang terjadi sejak Sabtu (6/6/2026) sempat menyulitkan mobilitas warga dan petugas. Namun kondisi tersebut tidak mengganggu jalannya pemungutan suara di kampung-kampung yang menggelar pemilihan.
Camat Syiah Utama, Suprayitno, mengatakan kondisi Jalan Samar Kilang terus berubah sejak pagi hari karena badan jalan mengalami pergeseran. Pada awalnya, kendaraan roda empat jenis 4×4 masih bisa melintas.
“Pukul 08.00 WIB kendaraan 4×4 masih dapat melewati lokasi. Namun berdasarkan laporan masyarakat sekitar pukul 11.00 WIB, jalan sudah tidak bisa dilalui karena badan jalan terus bergerak dan semakin menyempit,” kata Suprayitno.
Meski akses transportasi terganggu, tim pengamanan pemilihan yang terdiri dari unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) tetap berada di wilayah tersebut untuk mengawal seluruh tahapan pemilihan hingga selesai.
Akibat kondisi jalan yang semakin parah, kendaraan roda empat tidak lagi dapat melintas menuju ibu kota kabupaten. Sejumlah petugas pun harus menyesuaikan mobilitas mereka dengan situasi di lapangan.
Di tengah keterbatasan infrastruktur dan medan yang berat, proses pemungutan suara tetap berlangsung sesuai jadwal. Warga di sejumlah kampung tetap datang ke tempat pemungutan suara untuk menggunakan hak pilih mereka.
Syiah Utama memang dikenal sebagai salah satu kecamatan dengan akses yang cukup menantang di Bener Meriah. Karena itu, kelancaran pelaksanaan Pemilihan Reje Serentak di wilayah tersebut menjadi gambaran kuatnya koordinasi antara panitia, aparat keamanan, pemerintah kecamatan, dan masyarakat setempat.
Pemungutan suara berlangsung kondusif hingga seluruh tahapan selesai dilaksanakan. Tidak ada laporan gangguan keamanan maupun hambatan yang mengganggu jalannya pesta demokrasi tingkat kampung tersebut.



