AS Masukkan Alibaba, Baidu, BYD, dan NIO ke Daftar Hitam Pentagon.

Foto: Ilustrasi logo Alibaba, Baidu, BYD, dan NIO yang masuk daftar hitam Pentagon di tengah ketegangan AS-China.

Sorotmata – Washington, Pemerintah Amerika Serikat kembali memperluas pengawasan terhadap sejumlah perusahaan besar asal China. Kali ini, Departemen Pertahanan AS (Pentagon) memasukkan Alibaba, Baidu, BYD, dan NIO ke dalam daftar perusahaan yang dianggap memiliki hubungan dengan militer China.

Pentagon mencantumkan nama-nama tersebut dalam dokumen terbaru yang terbit di Federal Register, publikasi resmi pemerintah AS. Selain empat perusahaan itu, pembaruan daftar Chinese Military Companies List juga mencakup sejumlah entitas lain dari China.

Alibaba dan Baidu selama ini mendominasi sektor teknologi digital China. Di sisi lain, BYD dan NIO menjadi dua produsen kendaraan listrik yang terus memperluas pasar mereka, termasuk ke berbagai negara di luar China.

Pemerintah AS menilai perusahaan-perusahaan tersebut menjalin kerja sama dengan Kementerian Industri dan Teknologi Informasi China. Washington meyakini kementerian itu berperan dalam pengembangan teknologi yang dapat mendukung kebutuhan pertahanan negara.

Meski masuk daftar Pentagon, Alibaba, Baidu, BYD, dan NIO tetap dapat menjalankan bisnisnya di Amerika Serikat. Namun, status baru tersebut berpotensi mempersulit akses investasi, memperketat pengawasan regulator, dan memengaruhi kerja sama bisnis dengan mitra asal AS.

Pembaruan daftar itu kembali menunjukkan meningkatnya persaingan antara Washington dan Beijing. Dalam beberapa tahun terakhir, kedua negara terus bersaing di berbagai sektor, mulai dari kecerdasan buatan, semikonduktor, teknologi digital, hingga industri kendaraan listrik yang kini berkembang menjadi arena persaingan global.

Komentar (0)
Belum ada komentar.