Finis P9 di Sprint MotoGP Hungaria, Bagnaia Keluhkan Aspal
Sorotmata – Hungaria, Francesco Bagnaia mengkritik kondisi aspal Balaton Park Circuit setelah sprint race MotoGP Hungaria 2026, Sabtu (6/6/2026). Pembalap Ducati Lenovo Team itu mengaku beberapa kali terkena kerikil yang meluncur dari permukaan lintasan saat mengikuti motor di depannya.
Bagnaia menilai masalah terbesar bukan berada di Tikungan 1 yang sebelumnya menuai banyak keluhan, melainkan di Tikungan 7. Menurutnya, permukaan aspal hasil perbaikan mulai pecah sehingga batu-batu kecil beterbangan setiap kali para pembalap melintasinya.
“Kalau berada di belakang pembalap lain, rasanya seperti ada senapan mesin yang menembakkan batu ke arah Anda,” kata Bagnaia.
Tikungan 7 Jadi Sorotan
Pengelola sirkuit memperbaiki sejumlah bagian lintasan setelah Balaton Park menggelar putaran World Superbike beberapa pekan lalu. Namun, sejumlah pembalap masih meragukan kualitas permukaan baru itu karena grip yang rendah dan ketahanannya yang belum maksimal.
Bagnaia mengatakan kondisi seperti itu kerap muncul ketika pengelola sirkuit mengaspal lintasan terlalu dekat dengan jadwal balapan.
“Biasanya jika lintasan baru diaspal dan waktunya terlalu dekat dengan balapan, permukaannya belum benar-benar matang. Dalam kondisi seperti ini, kerikil bisa terlepas dan berhamburan,” ujarnya.
Meski mengeluhkan kondisi aspal, Bagnaia menilai karakter Tikungan 7 yang lambat masih memungkinkan pembalap mengendalikan motor dengan aman.
Kehilangan Posisi Sejak Lap Pertama
Selain menyoroti kondisi lintasan, Bagnaia juga mengaku kecewa dengan jalannya sprint race yang membuatnya kehilangan banyak posisi sejak lap pertama.
Juara dunia MotoGP dua kali itu memulai balapan dari posisi kelima setelah berhasil melewati Q1. Ia langsung melesat dengan baik saat lampu start padam, tetapi situasi di Tikungan 1 membuat peluangnya mengejar barisan depan menghilang.
Bagnaia menilai Fermin Aldeguer terlalu defensif saat memasuki tikungan pertama. Akibatnya, mereka kehilangan momentum dan memberi kesempatan kepada sejumlah pembalap lain untuk menyalip.
“Saya memulai dengan baik, tetapi di Tikungan 1 kami kehilangan terlalu banyak posisi. Kalau situasinya berbeda, mungkin kami bisa keluar tikungan di posisi ketiga dan keempat,” katanya.
Setelah kehilangan posisi pada lap pembuka, Bagnaia kesulitan mengejar para rivalnya. Ia akhirnya finis di urutan kesembilan.
Cari Solusi dari Data Marc Marquez
Sepanjang akhir pekan di Balaton Park, Bagnaia terus mencari setelan yang mampu meningkatkan traksi motornya. Karakter lintasan yang dipenuhi tikungan lambat membuatnya kesulitan memaksimalkan akselerasi saat keluar tikungan.
Meski begitu, ia melihat peluang dari peningkatan performa Marc Marquez. Rekan setimnya itu berhasil bangkit setelah mengalami kesulitan pada hari sebelumnya, lalu merebut pole position dan memenangkan sprint race.
“Saya sudah memberikan 200 persen kemampuan saya untuk bisa cepat di sini, tetapi gaya berkendara saya memang tidak terlalu cocok dengan karakter trek ini,” ujar Bagnaia.
Menurut Bagnaia, Ducati perlu mempelajari perubahan yang dilakukan Marquez karena pembalap Spanyol itu mampu meningkatkan akselerasi motornya secara signifikan dalam waktu singkat.
“Mungkin solusinya sudah ada di garasi kami. Sekarang kami hanya perlu memahaminya dan mencoba menerapkannya,” tutur Bagnaia.



