Pemkab Aceh Besar Dukung Penuh Pembangunan SPAM Regional Leupung

Bupati Aceh Besar, Muharram Idris saat meninjau lokasi pembangunan SPAM Regional di Kecamatan Leupung, Sabtu (9/5/2026), bersama Anggota Komisi V DPR RI Dapil Aceh I, Ghufran, serta sejumlah instansi terkait.

Sorotmata – Jantho, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar menyatakan dukungan penuh terhadap pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Aceh Besar–Banda Aceh. Proyek ini menjadi solusi jangka panjang untuk mengatasi krisis air bersih di dua wilayah tersebut.

Bupati Aceh Besar, Muharram Idris atau Syech Muharram, menyampaikan komitmen itu saat meninjau lokasi pembangunan SPAM Regional di Kecamatan Leupung, Sabtu (9/5/2026). Ia hadir bersama Anggota Komisi V DPR RI Dapil Aceh I, Ghufran, serta sejumlah instansi terkait.

Krisis Air Bersih Masih Terjadi

Muharram menjelaskan bahwa masyarakat Aceh Besar dan Banda Aceh masih bergantung pada sumber air yang sering kering saat musim kemarau. Kondisi itu mengganggu distribusi air bersih.

“Jika SPAM Regional ini terbangun, insyaallah masyarakat Aceh Besar dan Banda Aceh, khususnya wilayah barat, akan lebih mudah mendapatkan air bersih,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi masyarakat Leupung yang mendukung proses pembebasan lahan untuk proyek tersebut.

Pemkab Dorong Percepatan Proyek

Pemerintah Kabupaten Aceh Besar terus melakukan sosialisasi dan pendampingan agar pembangunan SPAM berjalan lancar. Muharram menargetkan pembebasan lahan segera selesai dan proyek bisa berjalan sesuai rencana pada 2027.

DPR RI Kawal di Tingkat Pusat

Ghufran menegaskan pihaknya mengawal pembangunan SPAM Regional di tingkat pusat agar segera terealisasi.

“Kami mengadvokasi pembangunan SPAM Regional yang sudah kita bahas bersama. Kami juga meminta masyarakat mendukung penuh karena proyek ini sangat bermanfaat,” katanya.

Ia menambahkan bahwa dirinya akan memastikan seluruh tahapan pembangunan berjalan sesuai rencana.

Target Pembebasan Lahan 2026

Ghufran meminta dukungan semua pihak, mulai dari Pemerintah Aceh, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar, hingga Pemerintah Kota Banda Aceh.

“Saya berharap semua pihak mendukung penuh. Insyaallah 2026 kita tuntaskan pembebasan lahan masyarakat,” ujarnya.

Sejumlah Instansi Hadir

Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Kementerian PUPR, Balai Wilayah Sungai Sumatera I, BPBPK Aceh, Dinas Perkim Aceh, jajaran Pemkab Aceh Besar, Pemerintah Kota Banda Aceh, PDAM Tirta Mountala, Perumdam Tirta Daroy, Camat Leupung, serta tokoh masyarakat setempat.

Komentar (0)
Belum ada komentar.