Hacker Iran Retas Puluhan CCTV di Israel untuk Aksi Spionase

Ilustrasi serangan siber: hacker menyusupi jaringan CCTV kota untuk memantau aktivitas secara real-time.

SorotmataJarusalem, Puluhan kamera pengawas (CCTV) di Israel dilaporkan menjadi target peretasan oleh kelompok hacker yang diduga terkait Iran. Serangan siber ini bertujuan untuk mengumpulkan intelijen secara real-time dalam konteks meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Otoritas keamanan siber Israel mengungkapkan, peretasan ini menargetkan CCTV yang terhubung ke internet, termasuk kamera di permukiman, fasilitas publik, dan jalur transportasi. Beberapa kamera yang diretas menggunakan perangkat dengan keamanan rendah, seperti model dari Hikvision dan Dahua, sehingga mudah dieksploitasi.

Saat ini kami sedang memantau dan menindaklanjuti insiden ini. Warga diminta meningkatkan keamanan perangkat CCTV masing-masing, termasuk mengganti kata sandi default dan memperbarui firmware secara rutin,” ujar pejabat dari Badan Keamanan Siber Israel, Kamis (12/3/2026).

Para pakar menyebutkan, taktik ini merupakan bagian dari perang informasi dan spionase modern, di mana pihak yang menyerang memanfaatkan perangkat internet‑of‑things untuk mendapatkan data strategis sebelum melakukan aksi fisik.

Dalam beberapa minggu terakhir, ketegangan antara Iran dan Israel meningkat. Iran diduga melancarkan berbagai serangan siber dan fisik terhadap infrastruktur Israel, sementara Israel membalas dengan operasi militer dan siber. Insiden peretasan CCTV ini dianggap sebagai eskalasi terbaru dalam konflik yang lebih luas tersebut.

Selain itu, pakar keamanan siber menekankan bahwa serangan terhadap sistem pengawasan bukan fenomena baru, dan telah digunakan di berbagai konflik internasional. Strategi ini dinilai efektif untuk memperoleh informasi penting tanpa menimbulkan konfrontasi langsung.

Masyarakat dan perusahaan diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, memisahkan jaringan CCTV dari jaringan utama, dan menerapkan protokol keamanan tambahan. Otoritas juga menyatakan akan memperkuat sistem pertahanan siber nasional untuk mencegah serangan lanjutan.

Dengan meningkatnya insiden siber ini, Israel menghadapi tantangan baru dalam menjaga keamanan publik sekaligus mencegah potensi kebocoran informasi strategis. Konflik siber ini diprediksi akan terus menjadi bagian dari eskalasi ketegangan antara kedua negara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *