Tak Puas Hasil Final LCC 4 Pilar MPR, SMAN 1 Pontianak Buka 4 Fakta Ini

YouTube MPR VIRAL - Momen ketika peserta SMAN 1 Pontianak menjawab pertanyaan dalam ajang Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar Provinsi Kalimantan Barat. Namun, jawabannya dianggap salah meski ada peserta lain yang juga menjawab sama persis. Juri menganggap artikulasi dari peserta SMAN 1 Pontianak tidak jelas.

Sorotmata – Pontianak, Babak final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat menjadi sorotan publik usai viral di media sosial. Tim dari SMAN 1 Pontianak menilai penilaian tidak adil. Mereka juga menyebut dewan juri kurang fokus saat pertandingan.

Dyastasita dan Indri Wahyuni bertugas sebagai dewan juri pada final LCC 4 Pilar MPR RI.

Pihak sekolah menyampaikan kekecewaan itu melalui unggahan resmi di Instagram. Dalam pernyataannya, sekolah meminta konfirmasi dan klarifikasi terkait pelaksanaan LCC 4 Pilar tingkat Kalimantan Barat.

“PERMOHONAN KONFIRMASI DAN KLARIFIKASI PELAKSANAAN LCC 4 PILAR KALIMANTAN BARAT @mprgoid @badsosmpr,” tulis akun resmi sekolah, dikutip Senin (11/5/2026).

Pihak SMAN 1 Pontianak meninjau ulang tayangan pertandingan. Sekolah melakukan langkah itu untuk memastikan jalannya perlombaan secara objektif.

Dari hasil peninjauan tersebut, sekolah menemukan empat poin yang mereka nilai janggal dalam proses penilaian final LCC 4 Pilar MPR RI.

Poin pertama, sekolah menyoroti kesamaan substansi jawaban antara tim SMAN 1 Pontianak dan SMAN 1 Sambas. Namun, menurut mereka, dewan juri hanya membenarkan satu pihak tanpa memberi penjelasan transparan.

Poin kedua, pihak sekolah menilai dewan juri kurang fokus dalam beberapa momen penilaian. Kondisi itu berpotensi memengaruhi objektivitas hasil akhir perlombaan.

Poin ketiga, sekolah menyinggung dugaan penggunaan relasi kuasa oleh dewan juri tanpa konfirmasi dan klarifikasi yang memadai. Mereka menyebut validasi sepihak melalui MC membuat kegiatan tetap berjalan tanpa penyelesaian proporsional.

Poin keempat, tim SMAN 1 Pontianak menegaskan bahwa mereka menyampaikan jawaban dengan artikulasi jelas dan tegas. Karena itu, tim menilai juri seharusnya memberi penilaian objektif berdasarkan substansi jawaban.

“Atas dasar hal-hal tersebut, kami memohon kepada pihak penyelenggara untuk memberikan konfirmasi resmi terkait temuan-temuan di atas, menyampaikan penjelasan yang transparan mengenai dasar pengambilan keputusan dewan juri, serta melakukan evaluasi terhadap proses penilaian,” tulis pihak sekolah.

Menurut pihak sekolah, langkah itu penting untuk menjaga integritas, objektivitas, dan sportivitas dalam pelaksanaan LCC 4 Pilar MPR RI ke depan.

Hingga berita ini ditulis, pihak penyelenggara maupun dewan juri belum memberi pernyataan resmi terkait protes dari SMAN 1 Pontianak.

Komentar (0)
Belum ada komentar.