AS dan Korea Selatan Tegaskan Komitmen Denuklirisasi Korea Utara
Sorotmata – Seoul, Amerika Serikat dan Korea Selatan kembali menegaskan komitmen bersama untuk mendorong denuklirisasi Korea Utara. Kedua negara menyampaikan sikap tersebut dalam pertemuan Kelompok Penasihat Nuklir (Nuclear Consultative Group/NCG) di Seoul, Kamis (12/6/2026).
Dalam pertemuan itu, Washington dan Seoul menegaskan tetap berpegang pada tujuan jangka panjang untuk mengakhiri program senjata nuklir Korea Utara di tengah meningkatnya ketegangan keamanan di kawasan Asia Timur.
Sikap tersebut muncul sehari setelah para pemimpin Korea Selatan dan Uni Eropa mengeluarkan pernyataan bersama mengenai status nuklir Pyongyang. Mereka menegaskan bahwa komunitas internasional tidak akan mengakui Korea Utara sebagai negara pemilik senjata nuklir berdasarkan ketentuan Perjanjian Non-Proliferasi Senjata Nuklir (NPT).
Korea Selatan dan Uni Eropa juga menolak segala bentuk status khusus yang dapat mengarah pada pengakuan kepemilikan senjata nuklir oleh Korea Utara.
Di sisi lain, Amerika Serikat kembali menegaskan komitmennya untuk menjaga keamanan Korea Selatan melalui kebijakan pencegahan yang diperluas (extended deterrence). Melalui kebijakan tersebut, Washington siap mengerahkan seluruh kemampuan pertahanannya, mulai dari kekuatan konvensional dan sistem pertahanan rudal hingga aset nuklir, guna melindungi sekutunya.
Dalam beberapa tahun terakhir, Seoul dan Washington terus memperkuat kerja sama pertahanan seiring meningkatnya aktivitas uji coba rudal serta pengembangan program senjata strategis Korea Utara.
Sampai saat ini, pemerintah Korea Utara belum memberikan tanggapan resmi terhadap hasil pertemuan terbaru antara Amerika Serikat dan Korea Selatan tersebut.



