CIA Disebut Peringatkan Spanyol, Prancis dan Italia soal Ancaman Drone Rusia
Sorotmata – Madrid, CIA memperingatkan Spanyol, Prancis, dan Italia mengenai kemungkinan operasi drone Rusia yang dapat menyasar salah satu dari tiga negara tersebut.
Surat kabar Spanyol El Mundo pertama kali memuat laporan itu. Menurut laporan tersebut, CIA membagikan informasi intelijen kepada sejumlah pemerintah Eropa. Salah satu ancaman yang muncul ialah penggunaan drone dari kapal dagang di laut.
Direktur CIA John Ratcliffe sebelumnya berkunjung ke Moskow pada Agustus 2026. Dalam kunjungan itu, Ratcliffe bertemu dengan pejabat intelijen Rusia.
Sejumlah sumber menyebut Ratcliffe membawa pesan agar Rusia tidak menyerang atau menguji negara anggota NATO. Pembicaraan itu juga menyinggung kawasan Baltik, termasuk Estonia, Latvia, dan Lithuania.
CIA sejauh ini belum membuka seluruh isi pertemuan Ratcliffe di Moskow. Pemerintah Amerika Serikat juga belum merinci pembahasan yang berlangsung selama kunjungan tersebut.
El Mundo melaporkan skenario yang kini menjadi sorotan berbeda dari serangan militer konvensional. Rusia diduga dapat membawa drone menggunakan kontainer di kapal dagang, kemudian merakit dan meluncurkannya dari laut menuju sasaran di daratan.
Sumber yang dikutip media tersebut menyebut Gerbera sebagai salah satu jenis drone yang mungkin digunakan. Drone itu memiliki jangkauan sekitar 600 kilometer.
Jarak tersebut memungkinkan kapal tetap berada ratusan kilometer dari garis pantai saat meluncurkan drone menuju target.
CIA dan pemerintah Rusia sampai saat ini belum mengonfirmasi skenario tersebut secara terbuka. Karena itu, laporan mengenai rencana serangan masih bergantung pada informasi intelijen yang beredar melalui media.
Drone Gerbera sendiri pernah memasuki wilayah negara anggota NATO. Badan Keamanan Negara Lithuania mencatat dua drone Gerbera terbang ke wilayah Lithuania pada Juli 2025 setelah datang dari arah Belarus.
Salah satu drone jatuh pada 28 Juli 2025. Petugas menemukan muatan peledak fragmentasi dan sistem navigasi yang lebih tahan terhadap gangguan peperangan elektronik.
Otoritas Lithuania kemudian menyimpulkan bahwa kedua drone itu masuk ke wilayah udara negara tersebut secara tidak sengaja.
Laporan terbaru mengenai Spanyol, Prancis, dan Italia muncul saat negara-negara Eropa meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas drone dan berbagai insiden keamanan yang mereka kaitkan dengan Rusia.
Meski demikian, belum ada pemerintah yang mengumumkan bahwa serangan terhadap tiga negara tersebut akan segera terjadi. Sampai sekarang, informasi yang beredar masih berupa laporan intelijen yang belum mendapat konfirmasi penuh dari pihak terkait.



