Harga BBM AS Tembus $4,30/Galon, Trump Janji Turun Usai Perang Iran

Harga bensin atau BBM terpampang di sebuah SPBU Mobil pada 29 April di Portland, Oregon, Amerika Serikat. [Foto arsip: Jenny Kane/AP Photo]

Sorotmata — Harga bensin di Amerika Serikat melonjak hingga rata-rata US$4,30 per galon (3,8 liter), menurut data American Automobile Association (AAA), Kamis (30/4/2026). Kenaikan ini terjadi di tengah memanasnya konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran dan penutupan Selat Hormuz.

Sebelum perang pecah pada 28 Februari lalu, harga bensin di AS masih berada di bawah US$3 per galon. Dalam sepekan terakhir saja, harga naik sekitar 27 sen akibat gangguan pasokan global dan kebuntuan diplomatik.

(AAA) American Automobile Association menyebut harga bensin nasional kini US$1,12 lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun lalu. Bahkan di California, harga bensin sudah menembus US$6 per galon.

Lonjakan harga energi ini memicu inflasi dan ketidakpastian ekonomi, sekaligus menambah tekanan politik bagi Presiden Donald Trump yang tingkat kepuasannya disebut terus menurun.

Trump mengklaim harga bensin akan turun drastis jika perang dengan Iran berakhir.

“Bensin akan turun. Begitu perang selesai, harganya akan jatuh seperti batu,” kata Trump kepada wartawan.

Namun para analis menilai harga minyak tidak otomatis turun setelah konflik berhenti. Meski gencatan senjata sempat diumumkan pada 8 April, harga bensin di AS justru terus merangkak naik.

Iran sendiri membantah sedang mengembangkan senjata nuklir dan menolak berunding langsung dengan AS sebelum blokade laut dicabut.

Komentar (0)
Belum ada komentar.