Iran Ancam Tutup Selat Hormuz dan Bab el-Mandeb Jika AS Serang, Aset Trump Ikut Disorot

Mojtaba Khamenei memegang dua gembok bertuliskan "Selat Hormuz" dan "Selat Bab el-Mandeb" dengan latar peta Timur Tengah yang menyoroti kedua jalur pelayaran strategis.

SorotmataTeheran, Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas. Sejumlah media melaporkan Teheran telah menyiapkan respons apabila Washington melancarkan serangan terhadap infrastruktur penting di wilayah Iran.

Dalam laporan tersebut, Iran disebut telah mencapai kesepahaman dengan kelompok Houthi di Yaman untuk menutup Selat Bab el-Mandeb. Selat yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden itu merupakan salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia dan menjadi lintasan utama kapal dagang serta pengiriman minyak menuju Eropa dan Asia.

Jika jalur tersebut benar-benar diblokade, dampaknya diperkirakan tidak hanya dirasakan negara-negara di kawasan Timur Tengah, tetapi juga pasar global. Gangguan distribusi energi dan perdagangan internasional berpotensi memicu kenaikan biaya logistik hingga harga minyak dunia.

Laporan yang sama juga menyebut sejumlah properti bermerek Trump di kawasan Teluk masuk dalam daftar target yang disebut berada dalam jangkauan Iran. Beberapa di antaranya adalah Trump International Hotel & Tower di Dubai, Trump Plaza di Jeddah, dan Trump Tower di Riyadh.

Meski begitu, hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Iran yang membenarkan laporan tersebut. Otoritas Amerika Serikat maupun negara-negara yang disebut dalam laporan itu juga belum memberikan tanggapan terkait klaim tersebut.

Dalam beberapa pekan terakhir, hubungan Washington dan Teheran memang terus memanas. Kedua pihak saling melontarkan peringatan menyusul meningkatnya aktivitas militer di kawasan, sehingga memunculkan kekhawatiran akan meluasnya konflik yang dapat memengaruhi keamanan jalur pelayaran internasional serta stabilitas ekonomi global.

Komentar (0)
Belum ada komentar.