Trump Batalkan Perundingan AS-Iran di Pakistan, Tegaskan Kami Kuasai Situasi
Sorotmata – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, membatalkan rencana pengiriman utusan ke Pakistan untuk bertemu pejabat Iran. Ia mengambil keputusan ini setelah Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, meninggalkan negara tersebut.
Trump Batalkan Misi Diplomatik
Trump menyampaikan kepada Fox News bahwa ia memerintahkan Steve Witkoff dan Jared Kushner untuk membatalkan perjalanan ke Islamabad. Sebelumnya, ia menyebut Iran mengajukan tawaran untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama dua bulan.
“Saya bilang, tidak perlu melakukan penerbangan 18 jam. Kami memegang semua kendali. Mereka bisa menghubungi kami kapan saja, tetapi tidak perlu perjalanan jauh untuk pembicaraan tanpa hasil,” ujar Trump.
Araghchi Lanjutkan Tur Diplomatik
Sementara itu, Araghchi meninggalkan Islamabad setelah menyelesaikan kunjungan. Ia menjalankan tur ke Pakistan, Oman, dan Rusia. Media pemerintah Iran, Press TV, melaporkan bahwa Araghchi bertemu dengan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, Kepala Staf Angkatan Darat Asim Munir, serta Menteri Luar Negeri Ishaq Dar sebelum bertolak.
Melalui platform X, Araghchi menyampaikan posisi Iran terkait kerangka kerja untuk mengakhiri perang secara permanen. Ia juga menilai Amerika Serikat belum menunjukkan keseriusan dalam jalur diplomasi.
Kantor berita IRNA melaporkan bahwa Araghchi akan kembali ke Pakistan setelah menyelesaikan kunjungan ke Oman, sebelum melanjutkan perjalanan ke Rusia. Sebagian anggota delegasi kembali ke Teheran untuk berkonsultasi, lalu akan bergabung kembali di Islamabad.
AS Tekankan Kendali dan Tekanan Militer
Trump sebelumnya menyebut pembicaraan ke depan kemungkinan berlangsung melalui telepon. Ia menegaskan Iran bisa menghubungi Amerika Serikat kapan saja.
Laporan dari Washington menunjukkan bahwa pernyataan Trump mencerminkan sikap tegas Amerika Serikat terhadap Iran. Pernyataan “memegang semua kendali” merujuk pada blokade angkatan laut AS serta kehadiran lebih dari 50.000 pasukan di kawasan.
Ketegangan di Selat Hormuz
Tekanan untuk mencapai kesepakatan terus meningkat di Selat Hormuz. Jalur ini menampung sekitar seperlima pengiriman minyak dan gas alam cair dunia.
Garda Revolusi Iran menegaskan mereka tidak akan menghentikan blokade di wilayah tersebut. Langkah itu terus mengguncang pasar energi global.
Saat media AS menanyakan kemungkinan konflik kembali memanas, Trump menjawab singkat, “Tidak. Kami belum memikirkannya.”
Agenda Lanjutan ke Oman dan Rusia
Di sisi lain, Kementerian Luar Negeri Iran menyebut Araghchi telah tiba di Muscat, Oman, untuk bertemu pejabat setempat. Ia juga berencana melanjutkan perjalanan ke Rusia guna membahas upaya mengakhiri perang yang dimulai oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu.




