Trump Kunjungi China Pekan Ini, Perang Iran Jadi Agenda Utama

"Donald Trump bersama Xi Jinping di KTT APEC di Korea Selatan, 30 Oktober 2025 [Evelyn Hockstein/Reuters]"

Sorotmata – Beijing, Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan tiba di Beijing pada Rabu malam. Ia akan membahas perang Iran dan sejumlah isu lain bersama Presiden China Xi Jinping.

Wakil Sekretaris Pers Utama Gedung Putih Anna Kelly mengatakan upacara penyambutan dan pertemuan resmi berlangsung Kamis pagi. Kunjungan itu berakhir pada Jumat.

Pemerintah Amerika Serikat juga berencana menerima kunjungan balasan Xi Jinping ke Washington pada akhir tahun ini.

Kelly menyebut lawatan Trump ke China memiliki makna simbolis besar. Fokus utamanya ialah menyeimbangkan kembali hubungan kedua negara. Selain itu, Washington menekankan prinsip timbal balik dan keadilan untuk memulihkan kemandirian ekonomi Amerika.

Trump sempat menjadwalkan kunjungan ini lebih awal tahun ini. Namun, ia menunda agenda itu pada Maret setelah perang pecah antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Di tengah situasi tersebut, Trump masih berupaya meredam dampak perang. Dampaknya terasa di dalam negeri maupun tingkat global.

Seorang pejabat senior pemerintahan AS yang tidak disebutkan namanya mengatakan Trump berpotensi menekan China terkait Iran. Tekanan itu menyangkut penjualan minyak dan pembelian barang berfungsi ganda sipil-militer.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent sebelumnya menuduh China ikut mendanai Iran.

“Iran adalah sponsor negara terbesar untuk terorisme. China membeli 90 persen energi mereka. Jadi mereka ikut mendanai,” ujar Bessent kepada Fox News.

Iran sebelumnya menutup Selat Hormuz sebagai respons atas serangan Amerika Serikat dan Israel. Penutupan jalur itu menghambat lalu lintas salah satu rute energi penting dunia.

China menyatakan ingin perang segera berakhir. Pekan lalu, Beijing juga menerima kunjungan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Arraghchi.

Namun di sisi lain, Beijing menolak mengakui sanksi sepihak Washington terhadap sektor minyak Iran.

Gangguan akibat perang turut menekan ekonomi global. Negara-negara Asia yang bergantung pada impor energi Timur Tengah menjadi pihak yang paling terdampak.

Dalam pertemuan nanti, Trump juga diperkirakan menyinggung dukungan China terhadap Rusia. Isu perdagangan dan mineral tanah jarang juga masuk pembahasan.

Mineral tanah jarang menjadi kebutuhan penting bagi industri teknologi Amerika Serikat.

Sejumlah eksekutif perusahaan besar seperti Boeing dan beberapa perusahaan pertanian akan ikut dalam delegasi AS.

Meski demikian, pejabat Gedung Putih itu menegaskan Amerika Serikat tidak mengubah sikap terhadap Taiwan.

Isu Taiwan masih menjadi titik sensitif hubungan Washington dan Beijing. China menganggap Taiwan bagian wilayahnya. Sementara Amerika Serikat memiliki komitmen keamanan dan ekonomi yang kuat terhadap pulau tersebut.

Komentar (0)
Belum ada komentar.