Harga Emas di Banda Aceh Turun ke Rp8,49 Juta per Mayam

Harga Emas- Foto ilustrasi hasil olah kecerdasan buatan (AI), Rabu (11/3/2026), memperlihatkan koleksi perhiasan emas yang menawan dipajang di etalase salah satu toko perhiasan.

Sorotmata – BANDA ACEH, Harga emas di Banda Aceh pada Kamis (12/3/2026) tercatat turun tajam menjadi Rp8,49 juta per mayam. Penurunan ini melanjutkan tren pelemahan harga yang terjadi dalam beberapa hari terakhir di pasar emas lokal.

Sejumlah pedagang emas di kawasan Pasar Aceh menyebutkan bahwa harga tersebut lebih rendah dibandingkan hari sebelumnya yang masih berada di kisaran Rp8,62 juta per mayam.

“Dalam beberapa hari ini memang turun. Hari ini sekitar Rp8,49 juta per mayam untuk harga emas murni,” kata salah seorang pedagang emas di Pasar Aceh, Kamis.

Di Aceh, transaksi emas umumnya menggunakan satuan mayam. Satu mayam setara sekitar 3,33 gram emas. Dengan harga Rp8,49 juta per mayam, nilai emas per gram saat ini diperkirakan berada di kisaran Rp2,5 juta.

Pedagang menjelaskan, harga tersebut merupakan harga dasar emas dan belum termasuk ongkos pembuatan jika dibeli dalam bentuk perhiasan. Ongkos pembuatan biasanya berkisar antara Rp100.000 hingga Rp200.000 per mayam, tergantung desain dan tingkat kerumitan perhiasan.

Dalam beberapa pekan terakhir, harga emas di Banda Aceh bergerak fluktuatif. Pada awal Maret 2026, harga emas sempat menembus Rp9 juta per mayam sebelum akhirnya mengalami koreksi secara bertahap hingga saat ini.

Pergerakan harga emas di daerah umumnya mengikuti dinamika pasar global, termasuk perubahan harga emas dunia, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, serta sentimen ekonomi internasional.

Meski sedang mengalami penurunan, sejumlah pedagang menilai kondisi ini dapat menjadi peluang bagi masyarakat yang ingin membeli emas, baik untuk investasi jangka panjang maupun kebutuhan perhiasan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *