Bupati Safwandi Pimpin Gerakan Indonesia ASRI di Aceh Jaya, Ajak Warga Jaga Lingkungan Tetap Bersih
Sorotmata – Calang, Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya menggelar Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) di Taman Memorial Tsunami Calang, Jumat (10/7/2026). Melalui kegiatan ini, pemerintah mengajak masyarakat membangun budaya hidup bersih, sehat, tertib, dan peduli terhadap lingkungan.
Sejak pagi, ratusan peserta memadati kawasan Taman Memorial Tsunami. Bupati Aceh Jaya Safwandi, S.Sos., M.AP., memimpin langsung kegiatan tersebut. Selain itu, ia hadir bersama Sekretaris Daerah H. Masri, S.E., M.Si., unsur Forkopimda, kepala SKPK, instansi vertikal, tokoh masyarakat, aparatur sipil negara (ASN), dan berbagai elemen masyarakat.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut program Kementerian Dalam Negeri. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya melaksanakannya berdasarkan Surat Bupati Aceh Jaya Nomor 100.3.4/557 tertanggal 9 Juli 2026.
Dalam sambutannya, Safwandi menegaskan kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni. Sebaliknya, ia mengajak masyarakat membiasakan hidup bersih melalui semangat gotong royong.
“Gerakan Indonesia ASRI menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan,” kata Safwandi. Ia menambahkan, gerakan itu juga bertujuan meningkatkan semangat gotong royong serta mewujudkan lingkungan yang sehat, tertib, aman, dan lestari.
Selanjutnya, peserta mengikuti peluncuran Gerakan Indonesia ASRI secara nasional melalui Zoom Meeting bersama Kementerian Dalam Negeri. Setelah itu, panitia menggelar jalan santai, aksi bersih-bersih lingkungan, penanaman pohon, dan donor darah.
Sementara itu, Satpol PP dan WH Kabupaten Aceh Jaya mengoordinasikan seluruh rangkaian kegiatan. Instansi tersebut bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kesehatan, RSUD Teuku Umar, Diskominsa, dan sejumlah instansi terkait.
Kepala Satpol PP dan WH Kabupaten Aceh Jaya, Lukman Hakim, S.H., mengatakan gerakan tersebut membuka ruang bagi masyarakat untuk ikut menjaga ketertiban sekaligus melestarikan lingkungan.
Menurutnya, Satpol PP dan WH bersama Satlinmas tidak hanya menegakkan peraturan daerah. Namun, mereka juga membangun kedekatan dengan masyarakat melalui pendekatan yang humanis dan edukatif.
“Melalui gerakan ini, kami ingin mengajak masyarakat menjadikan kepedulian terhadap kebersihan, keamanan, dan lingkungan sebagai budaya bersama,” ujar Lukman. Ia optimistis kolaborasi semua pihak mampu menciptakan lingkungan yang lebih tertib, bersih, aman, dan berkelanjutan.
Di sisi lain, panitia memilih Taman Memorial Tsunami Calang sebagai lokasi kegiatan karena kawasan tersebut merupakan salah satu ikon Aceh Jaya. Selain menjadi ruang publik, lokasi itu juga menyimpan jejak sejarah tsunami 2004. Oleh sebab itu, masyarakat perlu menjaga kebersihan dan kelestariannya bersama.



