Harga Emas di Banda Aceh Turun ke Rp7,5 Juta per Mayam, Pedagang Sebut Investor Beralih ke Dolar
Sorotmata – Banda Aceh, Harga emas di Banda Aceh kembali melemah. Pada Senin (20/7/2026), emas murni dijual seharga Rp7.500.000 per mayam atau sekitar 3,33 gram, belum termasuk ongkos pembuatan perhiasan.
Di sejumlah toko emas di kawasan Pasar Aceh, aktivitas jual beli tetap berlangsung normal meski harga mengalami penurunan dibanding beberapa hari sebelumnya.
Salah seorang pedagang emas di Pasar Aceh, mengatakan biaya pembuatan perhiasan masih dihitung terpisah dari harga emas. Besarannya bergantung pada tingkat kerumitan desain yang dipesan pembeli.
“Untuk ongkosnya tergantung pada kerumitan proses pembuatannya,” ujar Didin, Senin (20/7/2026).
Ia menjelaskan, harga emas sempat menyentuh Rp7.800.000 per mayam dalam sepekan terakhir sebelum kembali turun mengikuti pergerakan pasar.
Menurut Didin, fluktuasi harga dipengaruhi oleh perubahan minat investor di pasar global. Saat ini, sebagian investor disebut lebih memilih menyimpan aset dalam bentuk dolar Amerika Serikat dibandingkan emas.
“Banyak investor yang lebih memilih menguasai dolar daripada emas karena minat terhadap dolar sedang lebih tinggi,” katanya.
Sementara itu, harga emas batangan, termasuk produk Antam, masih bertahan di kisaran Rp2,8 juta per gram dan belum mengalami perubahan yang signifikan.
Para pedagang memperkirakan harga emas masih berpotensi berubah dalam beberapa hari ke depan seiring perkembangan harga emas dunia dan pergerakan nilai tukar mata uang asing.
Meski begitu, Didin menilai emas tetap menjadi salah satu pilihan investasi yang diminati masyarakat karena mudah dibeli maupun dijual kembali.
“Kalau ada uang, beli saja emas. Prosesnya mudah untuk investasi,” tutupnya.



