Pertamina Naikkan Harga Pertamax dan Pertamax Green Mulai 10 Juni 2026

Petugas mengisi BBM jenis Pertamax ke tangki sepeda motor konsumen di salah satu SPBU Pertamina di Ternate, Maluku Utara, Senin (30/3/2026). (ANTARA FOTO/Andri Saputra)

Sorotmata – Jakarta, PT Pertamina Patra Niaga resmi menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi jenis Pertamax dan Pertamax Green 95 mulai Rabu (10/6/2026).

Pertamina kini menjual Pertamax (RON 92) seharga Rp16.250 per liter, naik dari Rp12.300 per liter. Sementara itu, Pertamax Green 95 (RON 95) naik dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.

Manajemen Pertamina mengambil kebijakan tersebut di tengah lonjakan harga minyak dunia yang terus berlanjut dalam beberapa bulan terakhir. Perusahaan menilai penyesuaian harga perlu dilakukan untuk menjaga pasokan BBM di dalam negeri sekaligus menutup kenaikan biaya pengadaan dan impor.

VP Commercial & Shipping Business Development Pertamina Patra Niaga, Sigit Setiawan, mengatakan selisih antara harga jual dan biaya operasional semakin melebar. Kondisi itu membuat ruang perusahaan untuk mengimpor BBM menjadi lebih terbatas.

Menurut Sigit, keterbatasan impor berpotensi mengganggu pasokan ketika konsumsi masyarakat meningkat, terutama saat terjadi lonjakan permintaan.

“Kami tidak ingin kondisi ini terus berlangsung sehingga ketersediaan produk energi di masyarakat menurun. Ketika ada puncak permintaan, kondisi ini akan menjadi masalah,” kata Sigit dalam Sarasehan Energi bertajuk Transisi Energi dalam Memitigasi Konflik Global di Universitas IPB, Bogor, Jawa Barat.

Data Pertamina menunjukkan harga keekonomian Pertamax terus naik sejak awal tahun akibat gejolak geopolitik global. Pada April 2026, harga keekonomian mencapai Rp18.745 per liter. Sebulan kemudian angkanya meningkat menjadi Rp20.157 per liter dan kembali naik menjadi Rp20.942 per liter pada Juni 2026.

Meski harga keekonomian terus bergerak naik, Pertamina tetap mempertahankan harga jual Pertamax di level Rp12.300 per liter selama beberapa bulan terakhir sebelum akhirnya melakukan penyesuaian.

“RON 92 di pasar sebenarnya sudah berada di kisaran Rp20 ribu sampai Rp21 ribu per liter. Kalau dibandingkan dengan Thailand, harga RON 91 setara sekitar Rp23 ribuan per liter. Kami masih berupaya menahan harga di Rp12.300 per liter. Pertamax Green juga demikian, namun akhirnya hari ini kedua produk tersebut kami sesuaikan,” ujar Sigit.

Dalam keterangan resminya, Pertamina menegaskan kenaikan harga hanya berlaku untuk Pertamax dan Pertamax Green 95.

Di sisi lain, perusahaan masih mempertahankan harga BBM non-subsidi lainnya. Pertamax Turbo (RON 98) tetap Rp20.750 per liter, Dexlite Rp23.000 per liter, dan Pertamina Dex Rp24.800 per liter.

Pertamina juga belum mengubah harga BBM bersubsidi. Masyarakat masih dapat membeli Pertalite seharga Rp10.000 per liter dan Biosolar Rp6.800 per liter.

Komentar (0)
Belum ada komentar.