Finis P9 di Sprint MotoGP Hungaria, Bagnaia Keluhkan Aspal
Bagnaia menilai Fermin Aldeguer terlalu defensif saat memasuki tikungan pertama. Akibatnya, mereka kehilangan momentum dan memberi kesempatan kepada sejumlah pembalap lain untuk menyalip.
“Saya memulai dengan baik, tetapi di Tikungan 1 kami kehilangan terlalu banyak posisi. Kalau situasinya berbeda, mungkin kami bisa keluar tikungan di posisi ketiga dan keempat,” katanya.
Setelah kehilangan posisi pada lap pembuka, Bagnaia kesulitan mengejar para rivalnya. Ia akhirnya finis di urutan kesembilan.
Cari Solusi dari Data Marc Marquez
Sepanjang akhir pekan di Balaton Park, Bagnaia terus mencari setelan yang mampu meningkatkan traksi motornya. Karakter lintasan yang dipenuhi tikungan lambat membuatnya kesulitan memaksimalkan akselerasi saat keluar tikungan.
Meski begitu, ia melihat peluang dari peningkatan performa Marc Marquez. Rekan setimnya itu berhasil bangkit setelah mengalami kesulitan pada hari sebelumnya, lalu merebut pole position dan memenangkan sprint race.
“Saya sudah memberikan 200 persen kemampuan saya untuk bisa cepat di sini, tetapi gaya berkendara saya memang tidak terlalu cocok dengan karakter trek ini,” ujar Bagnaia.
Menurut Bagnaia, Ducati perlu mempelajari perubahan yang dilakukan Marquez karena pembalap Spanyol itu mampu meningkatkan akselerasi motornya secara signifikan dalam waktu singkat.
“Mungkin solusinya sudah ada di garasi kami. Sekarang kami hanya perlu memahaminya dan mencoba menerapkannya,” tutur Bagnaia.



