Pulau Buru Jadi Fokus Konservasi Laut, 2.500 Fragmen Karang Siap Ditanam
Perempuan Pesisir Ambil Peran
WWD juga mengajak perempuan pesisir ikut terlibat dalam program ini melalui inisiatif bernama IBU KARANG. Program tersebut membuka kesempatan bagi perempuan untuk terlibat langsung dalam kegiatan konservasi sekaligus memperkuat kapasitas sosial dan ekonomi komunitas mereka.
Peserta akan mengikuti pelatihan konservasi laut, pendidikan lingkungan, serta penguatan organisasi komunitas. WWD juga membuka peluang bagi peserta untuk memperoleh sertifikasi selam Open Water berstandar internasional.
WWD menilai perempuan memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat pesisir. Ketika perempuan menguasai pengetahuan dan keterampilan baru, mereka dapat menggerakkan keluarga dan komunitas untuk ikut menjaga lingkungan laut.
“Program ini tidak hanya berfokus pada pemulihan lingkungan, tetapi juga mendorong keterlibatan masyarakat sebagai aktor utama dalam menjaga ekosistem pesisir,” ujar Tomy.
Kembangkan Ekowisata Berbasis Masyarakat
Selain memulihkan ekosistem, WWD juga melihat peluang besar pada sektor wisata bahari Pulau Buru. Keindahan bawah laut yang terjaga dapat menarik wisatawan sekaligus membuka sumber pendapatan baru bagi masyarakat setempat.
Karena itu, WWD memasukkan pengembangan ekowisata berbasis masyarakat ke dalam agenda program. Melalui pendekatan tersebut, warga dapat memperoleh manfaat ekonomi tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan yang menjadi aset utama daerah mereka.
WWD menggandeng pemerintah, akademisi, komunitas lingkungan, sektor swasta, dan masyarakat lokal untuk menjalankan program ini. Melalui kolaborasi tersebut, organisasi itu ingin membangun gerakan konservasi yang tumbuh dari masyarakat, mengakar di kawasan pesisir, dan terus berjalan dalam jangka panjang.



