Fleksibilitas Jaringan Listrik Jadi Kunci Transisi Energi dan Pertumbuhan Pusat Data AI di Indonesia
Menurut Ylinen, rencana pengembangan tenaga surya hingga 100 GW menunjukkan besarnya skala transisi energi Indonesia.
Namun, pertumbuhan kapasitas PLTS juga menambah kebutuhan terhadap pembangkit penyeimbang. Produksi listrik tenaga surya dapat berubah mengikuti cuaca dan berhenti ketika matahari terbenam.
Karena itu, sistem kelistrikan membutuhkan pembangkit yang dapat menyala dengan cepat ketika pasokan energi surya turun.
Wärtsilä menawarkan pembangkit berbasis mesin sebagai salah satu opsi untuk menjaga keseimbangan pasokan. Teknologi ini dapat beroperasi dengan cepat saat produksi listrik dari energi terbarukan menurun.
Vice President Middle East and Asia Wärtsilä Energy Frederic Carron mengatakan mesin pembangkit Wärtsilä mampu mencapai beban penuh dalam waktu kurang dari dua menit.
“Pembangkit listrik berbasis mesin Wärtsilä dirancang untuk melengkapi pembangkit energi terbarukan yang bersifat variabel,” ujarnya.



