Li Claudia Paparkan Pertumbuhan Investasi dan Rencana Pengolahan Sampah Jadi Energi kepada DPRD DKI Jakarta
Di tengah pertumbuhan itu, Batam juga menghadapi tantangan baru berupa lonjakan jumlah penduduk. Banyak pencari kerja dari berbagai daerah datang ke Batam sehingga kebutuhan layanan pendidikan, kesehatan, dan lapangan kerja terus meningkat.
“Pertumbuhan penduduk Batam sangat tinggi. Banyak masyarakat datang untuk mencari pekerjaan. Karena itu, pemerintah harus terus meningkatkan kualitas pelayanan dasar sekaligus memastikan hasil pembangunan dapat dirasakan seluruh masyarakat,” ujarnya.
Selain membahas ekonomi dan investasi, Li Claudia juga menjelaskan upaya pemerintah dalam menangani persoalan sampah. Saat ini Pemko Batam membangun blok sel baru di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) untuk menambah kapasitas penampungan.
Blok sel tersebut mampu menampung volume sampah harian Batam yang berkisar antara 1.000 hingga 1.300 ton per hari selama empat tahun mendatang.
Pemko Batam juga mulai menyiapkan penerapan teknologi Waste to Energy (WTE) yang mengubah sampah menjadi energi. Pemerintah berharap sistem tersebut dapat mengurangi ketergantungan pada metode pembuangan konvensional sekaligus meningkatkan nilai manfaat sampah.
“Kami sedang mempersiapkan sistem pengelolaan sampah yang lebih modern. Ke depan, arah kebijakan kami adalah menjadikan sampah sebagai sumber energi. Saat ini Batam masih memiliki ketersediaan lahan yang memadai untuk mendukung proses transisi menuju sistem tersebut,” kata Li Claudia.
Menurutnya, pertumbuhan kota yang berlangsung cepat menuntut pemerintah menghadirkan sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif agar pembangunan dan kualitas lingkungan dapat berjalan beriringan.
(Humas Diskominfo Batam/Rizka)



