Sembilan Negeri Bersatu, Peumeunap dan Seumuleng Disiapkan untuk Generasi Muda

Para zuriat raja dan tokoh adat Nusantara berfoto bersama pada prosesi adat Peumeunap dan Seumuleng di Aceh Jaya.

Raja Negeri Daya sekaligus Pemangku Kesultanan Aceh Darussalam, Teuku Raja Saifullah DYMM Paduka Seri Baginda Sultan Saifullah Alaiddin Riayat Syah, menyampaikan apresiasi kepada seluruh tokoh adat dan zuriat raja yang datang ke Aceh Jaya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Dato’ Kiam Radja Fekri Juliansyah yang terbang langsung dari Palembang untuk menghadiri kegiatan tersebut.

“Semoga kita terus menjaga adat dan warisan budaya ini agar tetap hidup dan tidak hilang ditelan perkembangan zaman,” ujarnya.

Warisan Budaya yang Mendapat Pengakuan

Dalam kesempatan yang sama, Dato’ Kiam Radja Fekri Juliansyah memuji tradisi Peumeunap dan Seumuleng sebagai warisan budaya yang memiliki nilai tinggi.

Menurutnya, tradisi tersebut menjadi bagian penting dari warisan budaya tak benda dan memperkaya khazanah budaya Nusantara.

Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya memasukkan kegiatan itu ke dalam kalender budaya tahunan daerah. Kegiatan tersebut juga berhasil mempertemukan zuriat dari sembilan negeri di Aceh Darussalam. Majelis Adat Aceh (MAA), perwakilan Wali Nanggroe, dan berbagai unsur masyarakat turut mendukung pelaksanaannya.

Masuk ke Dunia Pendidikan

Kepala SMP Darun Nizham, Ridwan, S.Pd.I., MA., M.Pd., menggagas pengembangan pembelajaran berbasis tradisi lokal. Selain memimpin sekolah, ia juga sedang menempuh pendidikan doktoral pada Program Studi Pendidikan Islam di UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

Komentar (0)
Belum ada komentar.