Bupati Raja Ampat Tegaskan Pengisian Jabatan ASN Berdasarkan Kompetensi, Bukan Politik

Bupati Raja Ampat, Orideko I Burdam (kedua kiri) saat kegiatan Wawancara Teknis Pendalaman Talenta dalam Rangka Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama melalui Sistem Manajemen Talenta (Simanta) BKN di Aula Wayag Kantor Bupati Raja Ampat, Jumat (29/5/2026)/Richard/MC Raja Ampat

Sorotmata – Raja Ampat, Bupati Raja Ampat Orideko Iriano Burdam menegaskan pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Raja Ampat mengutamakan kompetensi, rekam jejak, dan capaian kinerja ASN, bukan pertimbangan politik.

Penegasan itu ia sampaikan saat membuka Wawancara Teknis Pendalaman Talenta di Aula Wayag, Kantor Bupati Raja Ampat, Jumat (29/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi salah satu tahapan untuk mengisi sejumlah posisi strategis di lingkungan pemerintah daerah.

“Manajemen talenta ini tidak mengenal politik. Jadi jangan ada pikiran bahwa ada unsur politik di dalamnya. Semua berdasarkan kredit poin, kompetensi, dan persyaratan yang sudah ditentukan,” kata Orideko.

ASN Dituntut Tingkatkan Kompetensi

Orideko menilai pola pengelolaan ASN terus berubah. Saat ini, setiap pegawai harus menunjukkan kompetensi yang terukur dan kinerja yang konsisten.

Karena itu, ia meminta para peserta memahami seluruh syarat yang berlaku. Menurutnya, peserta harus mempersiapkan diri dengan baik agar mampu bersaing dalam setiap tahapan penilaian.

Pemkab Raja Ampat menggunakan Sistem Manajemen Talenta (Simanta) milik Badan Kepegawaian Negara (BKN) sebagai dasar seleksi. Melalui sistem tersebut, tim penilai memetakan potensi ASN sebelum menentukan kandidat yang layak menempati jabatan tertentu.

Komentar (0)
Belum ada komentar.